Tim Nasional Indonesia merupakan hasil seleksi pemain-pemain sepakbola terbaik berkebangsaan IndonesiaTimnas Indonesia Liga 1 Persib Bandung adalah klub sepakbola asal Kota Bandung yang berjuluk Maung BandungPersib Bandung Liga 2 Persija Jakarta berdiri pada 28 November 1928. Persija merupakan klub kebanggaan masyarakat Jakarta.Persija Jakarta Persebaya Surabaya adalah klub sepak bola asal SurabayaPersebaya Surabaya Tim Nasional Indonesia merupakan hasil seleksi pemain-pemain sepakbola terbaik berkebangsaan IndonesiaTimnas Indonesia Liga 1 Persib Bandung adalah klub sepakbola asal Kota Bandung yang berjuluk Maung BandungPersib Bandung Liga 2 Persija Jakarta berdiri pada 28 November 1928. Persija merupakan klub kebanggaan masyarakat Jakarta.Persija Jakarta Persebaya Surabaya adalah klub sepak bola asal SurabayaPersebaya Surabaya Tim Nasional Indonesia merupakan hasil seleksi pemain-pemain sepakbola terbaik berkebangsaan IndonesiaTimnas Indonesia Liga 1 Persib Bandung adalah klub sepakbola asal Kota Bandung yang berjuluk Maung BandungPersib Bandung Liga 2 Persija Jakarta berdiri pada 28 November 1928. Persija merupakan klub kebanggaan masyarakat Jakarta.Persija Jakarta Persebaya Surabaya adalah klub sepak bola asal SurabayaPersebaya Surabaya HomeIndonesia Kisah 2 Kali Bambang Pamungkas Dibuat Baper oleh Persija


Karier Bambang Pamungkas tak bisa dipisahkan dengan Persija Jakarta. Pemain dengan ciri khas kumis tebal ini pernah dua kali mempersembahkan gelar juara Liga Indonesia untuk tim ibu kota, yaitu 2001 dan 2018. Dia juga sekali tercatat sebagai pemain tersebur kompetisi pada 1999-2000.


Memulai karier profesionalnya di tim ibu kota pada musim 1999-2000. Dua puluh tahun berselang, Bepe memutuskan pensiun sebagai pesepak bola di Tim Macan Kemayoran.

Partai  terakhir Bepe bersama Persija di hadapan pendukung fanatis The Jakmania dinodai oleh kekalahan 1-2 dari Persebaya Surabaya pada 17 Desember 2019. Meski begitu, salam perpisahan dari pemain kelahiran Getas, Kabupaten Semarang, ini tetap menyentuh hati.

"Orang bijak berkata, laki-laki sejati tidak menangis, tapi hatinya berdarah. Malam ini, izinkan saya untuk menjadi seorang laki-laki sejati, dengan tidak banyak berbicara, agar saya tidak menangis, cukup hati saya yang berdarah," sepenggal ucapan perpisahan Bambang Pamungkas.

Kekalahan tersebut tak mengubur jasa Bepe buat Persija.

Dikutip dari blog pribadinya, Bambang Pamungkas berkisah awal mula sebelum ia dikontrak Persija pada 1999. Bepe dipanggil Timnas Indonesia U-19 untuk sebuah turnamen di Manila, Filipina, pada 1998. Bersama Purwanto, Bepe menorehkan tujuh gol pada kejuaraan tersebut.

Dari turnamen itu, Bepe kembali ke Diklat Salatiga, Semarang, untuk kembali menimba ilmunya sebagai siswa sekolah sepak bola. Panggilan pertama dari Timnas Indonesia level senior terjadi pada 1999 sebagai persiapan menuju SEA Games 1999. Bepe menyebut hal itu sebagai momen unik dalam kariernya.

"Dalam karier sepak bola saya, ada sesuatu yang unik yang mungkin tidak terjadi kepada pemain lain. Ketika saya mendapatkan panggilan Timnas Indonesia senior untuk pertama kali, status saya masih pemain amatir," tulis Bepe dilansir dari artikel bertajuk Persija Bukan Tujuan Utama Saya yang tayang di blog pribadinya pada 1 Maret 2008.

"Setelah perhelatan SEA Games 1999 selesai, berakhir pula masa perdidikan saya di Diklat Salatiga dan itu berarti saya harus mencari klub untuk melanjutkan karier saya. Saat itu beberapa tim menawari saya untuk bergabung antara lain PSIS Semarang, Petrokimia Putra, Persitara Jakarta Utara, dan Persijatim Jakarta Timur. Sebenarnya saya sangat ingin bergabung ke Arseto Solo atau Bandung Raya, akan tetapi sayang kedua tim tersebut sudah bubar setahun sebelumnya," kata Bepe.

Jadilah Bambang Pamungkas membela Persija. Di musim perdananya ia langsung on-fire dengan menjadi top scorer klub dan juga pentas kompetisi Liga Indonesia. Ia menyarangkan 24 gol pada musim tersebut.

Sepanjang membela Persija, tak selamanya Bambang selalu bahagia. Ia pernah dua kali patah hati di klub yang amat dicintainya.

Sepulang dari klub Belanda, EHC Norad, Bambang Pamungkas sukses mempersembahkan gelar kasta elite Liga Indonesia 2001.

Ia jadi aktor utama laga final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, menghadapi PSM Makassar. Pada laga yang dimenangi Persija dengan skor 3-2 tersebut pemain dengan nomor punggung ikonik 20 itu menyumbang dua gol.

Gol kedua Bepe, dipuji kiper PSM, Hendro Kartiko, sebagai gol berkelas. Gol tersebut tercipta atas kontribusi gelandang serang, Luciano Leandro, yang menyodorkan umpan ke Bepe yang tengah berada di sisi sayap kanan.

Mengiring bola sendirian, Bepe membuat bek PSM, Joseph Lewono kelimpungan. Tendangan sang striker mengujam keras ke pojok kiri gawang.

"Gol yang brilian. Ia cerdik dan licin sehingga bisa melepaskan diri dari pengawalan pemain belakang kami. Saya mencoba mempersempit ruang tembaknya, tapi ia pintar melihat ruang kosong untuk menembak," tutur Hendro seperti yang dikutip dari buku Gue Persija.

Selepas musim 2001, posisi Bambang di dua musim selanjutnya bisa dibilang amat aman. Ia pemain pertama yang selalu ditawari perpanjangan kontrak.

Comments